KATA PENGANTAR
Dengan
mengucapkan puji syukur kepada Tuhan
Yang Maha Esa, atas petunjuk dan bimbingan hidayah-Nya, makalah ini dapat saya selesaikan
pada waktunya.
Adapun
tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Ilmu Sosial
Dasar.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada pihak terkait
yang telah membantu saya dalam menghadapi
berbagai tantangan dalam penyusunan makalah
ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih
jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan dan penyempurnaan lebih lanjut.
Meskipun ini sifatnya hanya sederhana, semoga bisa bermanfaat
bagi para pembaca umumnya dan bagi penulis khususnya.
Bekasi, 01 Januari 2015
VinaIsma Diana Putri
Daftar
Isi
Kata Pengantar……………………………………………………………………………….1
Daftar Isi……………………………………………………………………………………...2
Bab 1 Pendahuluan
·
Latar Belakang……………………………………………………………………....3
·
Rumusan Masalah…………………………………………………………………..3
Bab II Pembahasan
·
Definisi Kemiskinan……………………………………………………………...4
·
Penyebab Kemiskinan…………………………………………………………………4
·
Usaha-usaha Mengatasi Kemiskinan………………………………………………….5
Bab III Penutup
·
Kesimpulan……………………………………………………………………………6
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………….........7
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Kemiskinan diartikan sebagai
suatu keadaan dimana seseorang tidak sanggup untuk memelihara dirinya sendirinya
yang sesuai dengan taraf kehidupan kelompoknya dan juga tidak mampu untuk memanfaatkan
tenaga mental maupun fisiknya dalam kelempok
tersebut.
Kemiskinan dan pengangguran menjadi masalah yang penting saat ini di
Indonesia, sehingga menjadi suatu fokus perhatian bagi pemerintah Indonesia.
Masalah kemiskinan ini sangatlah berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, budaya,
dan aspek lainnya. Kemiskinan terus menjadi masalah fenomenal di belahan dunia, khususnya Indonesia yang merupakan Negara berkembang. Kemiskinan telah
membuat jutaan anak tidak bisa mengenyam pendidikan, kesulitan membiayai kesehatan, kurangnya tabungan dan investasi, dan masalah
lain yang menjurus kearah tindakan kekerasan dan kejahatan.
Kemiskinan yang
terjadi dalam suatu negara memang perlu dilihat sebagai suatu masalah yang
sangat serius, karena saat ini kemiskinan, membuat banyak masyarakat Indonesia
mengalami kesusahan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Persoalan kemiskinan ini
lebih dipicu karena masih banyaknya masyarakat yang mengalami pengangguran dalam bekerja.
Pengangguran yang dialami sebagian masyarakat inilah yang membuat sulitnya dalam
memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga angka kemiskinan selalu ada.
B.
RumusanMasalah
Ada pun permasalahan yang dibahas dalam
makalah ini sebagai berikut.
1.
Definisi kemiskinan
2.
Penyebab kemiskinan
3.
Usaha-usaha untuk mengatasi kemiskinan
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi
kemiskinan
Kemiskinan pada dasarnya merupakan salah
satu bentuk problem yang muncul dalam kehidupan
masyarakat, khususnya masyarakat di Negara Negara berkembang masalah kemiskinan
ini menuntut adanya upaya pemecahan masalah secara berencana, terintegrasi dan menyeluruh
dalam waktu yang singkat, upaya pemecahan
kemiskinan tersebut sebagai upaya untuk mempercepat proses pembangunan yang
selama ini sedang di lakukan .
Istilah kemiskinan sebenarnya bukan merupakan suatu hal yang asing dalam kehidupan kita, kemiskinan yang di maksud disini adalah kemiskinan ditinjau dari sisi material (ekonomi).
Istilah kemiskinan sebenarnya bukan merupakan suatu hal yang asing dalam kehidupan kita, kemiskinan yang di maksud disini adalah kemiskinan ditinjau dari sisi material (ekonomi).
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan
untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung,
pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh
kebutuhan dasar, atau pun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan
merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan
komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif,
dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut
ilmiah yang telah mapan.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
- Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti
ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
- Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan
untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan social biasanyadibedakan
dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan
moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
- Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang
memadai. Makna “memadai” di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.
B. Penyebab
kemiskinan
Kemiskinan yang
terjadi disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya adalah:
a. Pendidikan Yang Terlampau Rendah
Pendidikan
yang rendah menyebabkan seseorang kurang
memiliki keterampilan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Keterbatasan pendidikan / keterampilan
yang dimiliki menyebabkan keterbatasan kemampuan untuk masuk dalam dunia kerja.
b. Malas bekerja
Sikap
malas bekerja merupakan suatu masalah yang cukup memprihatinkan. Karena masalah
ini menyangkut mentalitas dan kepribadian seseorang. Adanya sikap malas ini seseorang
bersikap acuh tak acuh dan tak bergairah untuk bekerja atau bersikap pasif dalam
hidupnya (sikap bersandar dan pasrah pada nasib).
c. Keterbatasan Sumber Daya Alam
Kemiskinan
akan melanda suatu masyarakat apabila sumber alamnya tidak lagi memberikan keuntungan
bagi kehidupan mereka. Sering dikatakan oleh para ahli bahwa masyarakat itu miskin
karena memang dasarnya “alamiyah miskin” .
Alamiyah miskin yang dimaksud disini adalah kekayaan alamnya, misalnya tanahnya berbatu-batu, tidak menyimpan kekayaan mineral, dan sebagainya. Dengan demikian layaklah kalau miskin sumber daya alam miskin juga masyarakatnya.
Alamiyah miskin yang dimaksud disini adalah kekayaan alamnya, misalnya tanahnya berbatu-batu, tidak menyimpan kekayaan mineral, dan sebagainya. Dengan demikian layaklah kalau miskin sumber daya alam miskin juga masyarakatnya.
d.
Terbatasnya
Lapangan Kerja
Keterbatsan lapangan kerja akan membawa konsekwensi kemiskinan bagi masyarakat, secara ideal banyak orang mengatakan bahwa seseorang / masyarakat harus mampu menciptakan lapangan kerja baru, tetapi secara factual hal tersebut kecil kemungkinannya. Karenaadanya keterbatasan kemampuan seseorang baik yang berupa skill maupun modal.
Keterbatsan lapangan kerja akan membawa konsekwensi kemiskinan bagi masyarakat, secara ideal banyak orang mengatakan bahwa seseorang / masyarakat harus mampu menciptakan lapangan kerja baru, tetapi secara factual hal tersebut kecil kemungkinannya. Karenaadanya keterbatasan kemampuan seseorang baik yang berupa skill maupun modal.
e. Beban Keluarga
Semakin banyak anggota keluargaakan semakin banyak/meningkat pula tuntutan / beban untuk hidup yang harus dipenuhi. Seseorang yang mempunyai anggota keluarga banyak apabila tidak di imbangi dengan usaha peningkatan pendapatan sudah pasti akan menimbulkan kemiskinan karena mereka memang berangkat dari kemiskinan. Kenaikan pendapatan yang dibarengi dengan pertambahan jumlah keluarga, berakibat kemiskinan akan melanda dirinyadan bersifat latent.
Semakin banyak anggota keluargaakan semakin banyak/meningkat pula tuntutan / beban untuk hidup yang harus dipenuhi. Seseorang yang mempunyai anggota keluarga banyak apabila tidak di imbangi dengan usaha peningkatan pendapatan sudah pasti akan menimbulkan kemiskinan karena mereka memang berangkat dari kemiskinan. Kenaikan pendapatan yang dibarengi dengan pertambahan jumlah keluarga, berakibat kemiskinan akan melanda dirinyadan bersifat latent.
C. Usaha-usaha
Mengatasi Kemiskinan
Sebagai wujud gerakan bersamadalam mengatasi
kemiskinan dan mencapai Tujuan pembangunan Milenium, Strategi Nasional
Pembangunan Kemiskinan (SPNK) telah disusun melalui proses partisipatif dengan melibatkan
seluruh stake holders pembangunan di Indonesia. Selain itu, sekitar 60 % pemerintah kabupaten/ kota telah membentuk Komite
penanggulangan Kemiskinan Daerah (KPKD) dan menyusun Strategi Penanggulangan Kemiskinan
Daerah (SPKD) sebagai dasar arus utama penanggulangan kemiskinan di daerah dan mendorong
gerakan social dalam mengatasi kemiskinan.
Adapun
langkah jangka pendek yang diprioritaskan antara lain sebagai berikut:
a) Mengurangi kesenjangan antar
daerah dengan; (i) penyediaan sarana-sarana irigasi, air bersih dan sanitasi dasar
terutama daerah-daerah langka sumber air bersih. (ii) pembangunan jalan,
jembatan, dan dermagadaerah-daerah tertinggal. (iii) redistribusi sumber dana kepada
daerah-daerah yang memiliki pendapatan rendah dengan instrumen Dana Alokasi Khusus
(DAK) .
b) Perluasan
kesempatan kerja dan berusaha dilakukan melalui bantuan dana stimulant untuk
modal usaha, pelatihan keterampilan kerja dan meningkatkan investasi dan revitalisasi
industri.
c) Khusus
untuk pemenuhan sarana hak dasar penduduk miskin diberikan pelayanan antara
lain (i) pendidikan gratis sebagai penuntasan program belajar 9 tahun termasuk tunjangan
bagi murid yang kurang mampu (ii) jaminan pemeliharaan kesehatan gratis bagi penduduk
miskin di puskesmas dan rumah sakit kelas tiga.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Untuk keluar dari masalah kemiskinan tersebut kita seharusnya
paham tentang apa yang dimaksud kemiskinan dan faktor-faktor penting penyebab masalah
kemiskinan tersebut. Dan pengentasan kemiskinan tidak bisa kitaserahkan kepada pemerintah
saja, tetapi juga harus dibantu oleh sektor lain dan harus dimulai dari diri kita
sendiri. Pemerintah pun harus mempunyai program pengentasan kemiskinan yang
lebih baik dari yang sudah ada dan diharapkan
pemerintah baik di kota atau daerah bisa menjalankan dengan sejujur mungkin tanpa
adanya korupsi yang saat ini merajalela. Bila itu bisa terlaksana dengan baik maka
dipastikan keadaan ekonomi di Indonesia bisa lebih baik dari sekarang dan penyakit
social ekonomi ini dipastikan akan berkurang.
Daftar
Pustaka