MAKALAH
ILMU SOSIAL DASAR
Disusun oleh:
Vina Isma Diana Putri
1TA07
KATA PENGANTAR
Segala puji syukur atas kehadirat
Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat
saya selesaikan. Makalah ini disusun agar kita dapat memperluas wawasan kita
tentang Ilmu Sosial Dasar. Khususnya tentang pembahasan “Pengaruh Perkembangan
TI dan Globalisasi terhadap Budaya Generasi Muda”.
Makalah
ini dibuat dalam rangka pembelajaran mata kuliah Ilmu sosial Dasar (softskil). Pemahaman tentang penduduk, masyarakat dan
kebudayaan serta hal – hal yang berkaitan dengannya sangat diperlukan, dengan
suatu harapan suatu masalah dapat diselesaikan dan dihindari kelak, sekaligus
menambah wawasan bagi kita semua.
Makalah ini, tentunya masih
jauh dari kesempurnaan, karena penulis juga masih dalam tahap pembelajaran.
Oleh karena itu arahan, koreksi dan saran, sangat penulis harapkan. Semoga
makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Depok, 30 Oktober 2015
Vina Isma Diana Putri
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)
yang cukup pesat sekarang ini sudah menjadi realita sehari-hari bahkan
merupakan tuntutan masyarakat yang tidak dapat ditawar lagi. Tujuan utama
perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih
baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan iptek, terutama teknologi
informasi (information technology) seperti internet sangat menunjang
setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat, baik legal maupun
illegal. Dampak buruk dari perkembangan “dunia maya” ini tidak dapat
dihindarkan dalam kehidupan masyarakat modern saat ini dan masa depan khususnya
bagi generasi muda.
Globalisasi dunia melalui teknologi informasi
(internet, telepon selular dan media elektronik lain) yang berkembang sangat
pesat. Dampak perkembangan teknologi informasi dirasa sangat berpengaruh
terhadap generasi muda. Betapa tidak dengan penggunaan teknologi informasi
perilaku manusia secara nyata telah beralih dari model aktifitas yang
didasarkan pada suatu bentuk hubungan face to face telah bergeser
kepada pola hubungan digitally. Oleh karena adanya pergeseran demikian, maka
tidak mengherankan dalam setiap aspek kehidupan manusia pun mulai menunjukan
suatu fenomena baru. Hal ini salah satunya dapat dilihat pada upaya kreasi
manusia yang berkaitan dengan bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra.
Adanya penyalahgunaan teknologi informasi yang
merugikan kepentingan pihak lain seperti pada generasi muda sudah menjadi
realitas sosial dalam kehidupan masyarakat modern sebagai dampak dari pada
kemajuan iptek yang tidak dapat dihindarkan lagi bagi bangsa-bangsa yang telah
mengenal budaya teknologi (the culture of technology). Teknologi telah
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan umat manusia dalam dunia
yang semakin “sempit” ini. Semua ini dapat dipahami, karena teknologi memegang
peran amat penting di dalam kemajuan suatu bangsa dan negara di dalam
percaturan masyarakat internasional yang saat ini semakin global, kompetitif
dan komparatif. Bangsa dan negara yang menguasai teknologi tinggi berarti akan
menguasai “dunia”, baik secara ekonomi, politik, budaya, hukum internasional
maupun teknologi persenjataan militer untuk pertahanan dan keamanan negara
bahkan kebutuhan intelijen.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Teknologi Informasi dan Globalisasi
1. Teknologi Informasi
Teknologi Informasi adalah suatu
studi, perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen
sistem informasi berbasis komputer, terkhususnya pada aplikasi perangkat keras
dan perangkat lunak komputer. Teknologi informasi memanfaatkan komputer
elektronik dan perangkat lunak komputer untuk mengubah, menyimpan,
memproses, melindungi, mentransmisikan dan memperoleh informasi
secara aman.
Teknologi informasi dewasa ini
menjadi hal yang sangat penting karena sudah banyak organisasi yang menerapkan
teknologi informasi untuk mendukung kegiatan organisasi. Teknologi Informasi
diterapkan guna untuk pengelolaan informasi yang pada saat ini menjadi salah
satu bagian penting karena :
(1) karena meningkatnya kompleksitas
dari tugas manajemen,
(2) karena pengaruh ekonomi
internasional (globalisasi),
(3) karena perlunya waktu tanggap
(respons time) yang lebih cepat,
(4) karena tekanan akibat dari persaingan bisnis.
Fungsi
Teknologi Informasi
Berbicara mengenai fungsi teknologi
informasi, terdapat enam fungsi teknologi informasi yaitu :
1. Fungsi Teknologi informasi sebagai Penangkap (Capture)
2. Fungsi Teknologi Informasi sebagai Pengolah (Processing)
Fungsi teknologi informasi ini
mengkompilasikan catatan rinci aktivitas, misalnya menerima input dari
keyboard, scanner, mic dan sebagainya. Mengolah atau memproses data masukan
yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan atau pemrosesan data dapat berupa
konversi (pengubahan data ke bentuk lain), analisis (analisis kondisi),
perhitungan (kalkulasi), sintesis (penggabungan) segala bentuk data dan
informasi.
3. Fungsi Teknologi Informasi sebagai Menghasilkan (Generating)
Fungsi teknologi informasi ini menghasilkan atau
mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk
yang berguna, misalnya laporan, table, grafik dan sebagainya.
4. Fungsi Teknologi Informasi sebagai Penyimpan (storage)
Fungsi teknologi informasi ini
merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat
digunakan untuk keperluan lainnya. Misalnya saja disimpan ke harddisk, tape,
disket, CD (compact disc) dan sebagainya.
2.
Globalisasi
Adalah suatu proses di mana
antarindividu, antarkelompok, dan antarnegara saling berinteraksi, bergantung,
terkait, dan mempengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
Globalisasi merupakan proses tatanan masyarakat yang tidak mengenal batas
wilayah. Globalisasi dapat mempengaruhi kehidupan berbangsa dan bernegara baik
secara langsung maupun tidak langsung. Globalisasi tidak hanya menjadi
tantangan, tetapi juga sekaligus merupakan peluang untuk lebih mengetahui
kehidupan lain di berbagai belahan dunia. Bangsa indonesia, seperti halnya
bangsa-bangsa lain dalam era globalisasi ini, tidak dapat menghindar dari arus
derasnya kompleksitas perubahan (inovasi) sebagai akibat pesatnya perkembangan
teknologi informasi, telekomunikasi dan transportasi.
Munculnya globalisasi tentunya
membawa dampak bagi kehidupan suatu negara termasuk Indonesia. Dampak
globalisasi tersebut meliputi dampak positif dan dampak negatif di berbagai
bidang kehidupan seperti kehidupan politik, ekonomi, ideologi, sosial budaya
dan lain- lain akan berdampak kepada nilai- nilai nasionalisme terhadap bangsa.
Semangat nasionalisme merupakan
salah satu modal utama yang harus dimiliki bangsa Indonesia dalam menghadapi
ancaman-ancaman ketahanan nasional terutama globalisasi. Disadari atau tidak,
nasionalisme bangsa memberikan pengaruh yang besar bagi kemajauan suatu bangsa
tersebut.
3.
Budaya
Kebudayaan sangat erat hubungannya dengan masyarakat.
Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala
sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki
oleh masyarakat itu sendiri. Istilah untuk pendapat itu adalah Cultural-Determinism.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang turun
temurun dari satu generasi ke generasi yang lain, yang kemudian disebut sebagai
superorganic. Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mengandung keseluruhan
pengertian nilai sosial,norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain, tambahan lagi segala
pernyataan intelektual dan artistik yang menjadi ciri khas suatu masyarakat.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan
keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan,
kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan
lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan
adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari berbagai definisi tersebut, dapat diperoleh pengertian
mengenai kebudayaan adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan
dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia,
sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak.
Sedangkan perwujudan kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia
sebagai makhluk yang berbudaya, berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat
nyata, misalnya pola-pola perilaku, bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial,
religi, seni, dan lain-lain, yang kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia
dalam melangsungkan kehidupan bermasyarakat.
B.
Dampak Teknologi Informasi
terhadap Budaya Generasi Muda
Teknologi merupakan salah satu
unsur-unsur utama dari kebudayaan, sehingga antara teknologi dan budaya saling
berpengaruh. Teknologi selalu berkembang dari zaman ke zaman. Di zaman
globalisasi saat ini, kemajuan teknologi terutama teknologi informasi sangat
diperlukan bagi kehidupan masyarakat.
Dengan adanya kemajuan di bidang
teknologi informasi maka akan berpengaruh terhadap budaya generasi muda bangsa
kita. Globalisasi telah membawa kemajuan teknologi informasi dan mengubah
beberapa kebudayaan yang sudah kita miliki.
Generasi muda adalah kelompok
masyarakat yang sangat rentan terhadap pengaruh budaya asing ini, sehingga
dalam membangun sosial budaya, terutama terhadap generasi muda itu, diperlukan
persiapan yang matang, agar mereka dapat mengambil manfaat positif dan
membentengi diri dari dampak negatif globalisasi dunia yang tengah berkembang
ini.
Kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah menimbulkan pengaruh terhadap
perkembangan budaya bangsa Indonesia. Derasnya arus informasi dan
telekomunikasi ternyata menimbulkan sebuah kecenderungan yang mengarah terhadap
memudarnya nilai-nilai pelestarian budaya. Perkembangan 3T (Transportasi,
Telekomunikasi, dan Teknologi) mengkibatkan berkurangnya keinginan untuk
melestarikan budaya negeri sendiri. Budaya Indonesia yang dulunya ramah-tamah,
gotong royong dan sopan berganti dengan budaya barat, misalnya pergaulan bebas.
Di Tapanuli (Sumatera Utara) misalnya, duapuluh tahun yang lalu, anak-anak remajanya
masih banyak yang berminat untuk belajar tari tor-tor dan tagading (alat musik
batak). Hampir setiap minggu dan dalam acara ritual kehidupan, remaja di sana
selalu diundang pentas sebagai hiburan budaya yang meriah. Saat ini, ketika
teknologi semakin maju, ironisnya kebudayaan-kebudayaan daerah tersebut semakin
lenyap di masyarakat, bahkan hanya dapat disaksikan di televisi dan Taman Mini
Indonesi Indah (TMII).
Maka kita
sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa tidak ada salahnya untuk
menjaga dan melestarikan kebudayaan bangsa kita yang sekarang semakin terkikis
oleh budaya bangsa lain akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
Dampak negatif dari adanya Tekonologi
Informasi:
–
Derasnya arus informasi dan telekomunikasi menimbulkan sebuah kecenderungan
yang mengarah terhadap memudarnya nilai-nilai budaya asli bangsa kita.
–
Mengurangi bahkan dapat menghilangkan ikatan batin dan moral yang biasanya
dekat dalam hubungan social antar masyarakat.
Contoh:
situs jejaring sosial yang banyak bermunculan membuat orang tak memiliki
kebutuhan untuk bertemu langsung.
–
Semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat,
seperti lunturnya sikap ramah-tamah, gotong royong dan sopan-santun yang
dipengaruhi oleh budaya barat, seperti perubahan cara berpakaian, pemakaian
yang dicampur-campur bahasa asing (bahasa juga salah satu budaya bangsa), serta
pergaulan yang bebas.
Dampak positif terhadap budaya generasi muda, yaitu:
- Kita akan lebih cepat
mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagian
manapun melalui internet.
- Kita dapat berkomunikasi dengan
teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui teknologi
yang tersedia.
- Memberikan banyak kemudahan,
serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Dalam bidang
teknologi masyarakat dapat menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh
inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam teknologi tersebut.
- Melalui teknologi, kita dapat
melestarikan kebudayaan Indonesia ke mata dunia.
- Tekanan, kompetisi yang tajam
di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan
melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.
- Menghemat waktu dan biaya dalam
melakukan berbagai aktivitas.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Perkembangan teknologi informasi
membawa perubahan dalam kehidupan budaya kita, khususnya bagi generasi muda
penerus bangsa. Dari perkembangan TI dan
globalisasi tersebut dapat memberikan dampak dan pengaruh bagi generasi muda.
Namun tidak semuanya memberikan
dampak negative bagi kehidupan para generasi muda. Dari perkembangan TI
tersebut juga memberikan dapat positif misalnya, dengan adanya kemajuan TI
seperti saat ini maka dapat meminimalkan waktu yang terbuang karna dengan
kemajuan TI semuanya akan terasa lebih mudah dan cepat.
B. Saran
Pengaruh Teknologi Informasi dan
Komunikasi menimbulkan berbagai masalah terhadap eksistensi kebudayaan
daerah, salah satunya adalah terjadinya penurunan rasa cinta terhadap
kebudayaan yang merupakan jati diri suatu bangsa, erosi nilai-nilai budaya,
terjadinya akulturasi budaya yang selanjutnya berkembang menjadi budaya massa.
Maka kita sebagai generasi muda yang
akan menjadi penerus bangsa tidak ada salahnya untuk menjaga dan melestarikan
kebudayaan bangsa kita yang sekarang semakin terkikis oleh budaya bangsa lain
akibat kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.
DAFTAR PUSTAKA