Senin, 25 Mei 2015

Manusia dan Keadilan Distributif

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang.

Keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban. Jika kita mengakui hak hidup kita, maka sebaliknya kita wajib mempertahankan hak hidup dengan bekerja keras tanpa merugikan orang lain. Hal ini disebabkan oleh karena orang lain pun mempunyai hak hidup seperti kita. Jika kita pun mengakui hak hidup orang lain, kita wajib memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mempertahankan hak hidup mereka sendiri. Jadi, keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak, dan menjalankan kewajiban.

Dalam bukunya M. Munandar sulaiman, menyatakan pengertian keadilan menurut beberapa teori antara lain :
  • Menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia.  Kelayakan diartiakan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
  • Menurut Plato merupakan proyeksi pada diri manusia sehingga orang yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaanya dikendalikan oleh akal
  • Menurut Socrates merupakn proyeksi pada pemerintah karena pemerintah adalah pimpinan pokok yang menetukan dinamika masyarakat 
Keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

Teori Keadilan Menurut Aristoteles
Pada teorinya, Aristoteles ini sendiri mengemukakan bahwa ada 5 jenis perbuatan yang tergolong dengan adil. Lima jenis keadilan yang dikemukakan oleh Aristoteles ini adalah sebagai berikut.
  • Keadilan Komutatif
Keadilan komutatif ini adalah suatu perlakuan kepada seseorang dengan tanpa melihat jasa-jasa yang telah diberikan.
  • Keadilan Distributif
Keadilan distributif adalah suatu perlakuan terhadap seseorang yang sesuai dengan jasa-jasa yang telah diberikan.
  • Keadilan Kodrat Alam
Keadilan kodrat alam ialah memberi sesuatu sesuai dengan apa yang diberikan oleh orang lain kepada kita sendiri.
  • Keadilan Konvensional
Keadilan konvensional adalah suatu kondisi dimana jika seorang warga negara telah menaati segala peraturan perundang-undangan yang telah dikeluarkan.
  • Keadilan Perbaikan
Keadilan perbaikan adalah jika seseorang telah berusaha memulihkan nama baik seseorang yang telah tercemar.

CONTOH-CONTOH KEADILAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
  • Seorang pedagang harus berlaku adil, ia harus seimbang dalam menimbang barang dagangannya karena bila ia dapat menyeimbangkan timbangannya, maka ia tergolong dalam orang yang adil. Apabila ia mau berusaha untuk jujur, untuk berlaku adil, dengan membuat timbangannya seimbang, maka ia akan mendapat hasil yang baik dan pembeli tidak akan merasa dirugikan.
  • Seorang pemerintah yang adil harus dapat membagi rata perhatiannya terhadap rakyatnya. Rakyatnya yang perlu perhatian yang sama rata untuk kemakmuran serta kesejahteraan rakyatnya sangat perlu dilakukan. Adanya hal yang sama rata akan membawa pada kehidupan yang lebih baik, karena sebuah keadaan yang sama rata tidak akan menimbulkan sebuah perpecahan, namun akan melahirkan sebuah kesetaraan.
Manusia dan keadilan Distributif
Keadilan Distributif (iustitia distributiva) yaitu keadilan yang memberikan kepada masing-masing orang apa yang menjadi haknya berdasarkan asas proporsionalitas atau kesebandingan berdasarkan kecakapan, jasa atau kebutuhan.
Makna dari keadilan distributif adalah bahwa segala sesuatunya yang telah dilakukan dengan adil akan mendapat perlakuan yang sama tanpa adanya pandang bulu, karena keadilan distributif tercipta atas jasa jasa yang telah dilakukan oleh seseorang.
Contoh:
Adil kalau si A mendapatkan promosi untuk menduduki jabatan tertentu sesuai dengan kinerjanya selama ini. Tidak adil kalau seorang pejabat tinggi yang koruptor memperoleh penghargaan dari presiden.


Sumber:




Minggu, 10 Mei 2015

Ilmu Budaya Dasar 8



Di dalam hidup ini semua manusia pernah mengalami sebuah ‘penderitaan’ di dalam hidupnya, baik dalam segi lahir maupun batin. Penderitaan di sini merupakan suatu realita di dalam kehidupan, karena di dalam hidup ini tidak semuanya bisa mulus seperti yang selalu kita inginkan. Penderitaan adalah kerikil-kerikil kecil yang memberikan warna didalam  hidup ini, yang dapat mengajarkan kita dengan arti dari ketabahan, kekuatan dan semangat dalam menjalankan kehidupan yang lebih baik.

Ada sebuah  peribahasa yang mengatakan bahwa ‘Berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian’. Ini memang sudah menjadi resiko dalam menjalankan sebuah kehidupan, karena tidak selamanya manusia dalam hidupnya mendapatkan kesenangan terus-menerus.

Manusia dalam menyikapi sebuah penderitaan berbeda-beda semua itu terserah bagaimana si manusianya menyikapi sebuah penderitaan. Mereka bebas dalam menentukannya, berusaha menghilangkan penderitaan tersebut atau bersikap pasrah tanpa adanya perjuangan dalam melawan penderitaannya.

Penderitaan yang terjadi tidak mungkin lepas dari campur tangan Tuhan YME, mungkin penderitaan yang menyelimut ikehidupan adalah sebuah teguran untuk manusia karena  mereka telah lalai atau melupakan kewajibannya. Namun ada  juga yang mengatakan bahwa sebuah penderitaan yang akan dialami oleh manusia adalah sebuah ujian dalam hidupnya yang akan menaikkan level kehidupannya dimata Tuhan YME karena sebenarnya Tuhan sayang dengan manusia yang diberikan sebuah penderitaan dalam hidupnya. Dari setiap penderitaan yang ada pasti ada hikmah dibelakangnya seperti sebuah peribahasa ‘habis gelap terbitlah terang’.

Senin, 04 Mei 2015

IBD 7



Manusia dan keindahan adalah kesatuan yang tidak mungkin bisa dipisahkan karena pada dasarnya manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling Indah dan yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lain.

Sesuatu yang indah dapat dilihat dan dirasakan oleh manusia melalui visual ataupun audio visual. Sesuatu yang baik sudah tentu indah, dan sesuatu yang indah belom tentu baik. Manusia melihat suatu keindahan tidak mesti melalui panca indra yang dimilikinya. Manusia dapat melihat keindahan dari sisi lain, misalnya dari nilai-nilai moral.

Keindahan adalah hal yang semestinya dapat dirasakan dan diekspresikan oleh manusia, manusia yang hidup pada hakikatnya memiliki nilai-nilai keindahan pada dirinya. Keindahan bisa membuat kita bahagia, gembira, dan bersyukur.

Keindahan yang seutuhnya pada manusia terletak pada diri manusia itu sendiri atau sering disebut dengan iner beauty. Keindahan pada manusia bukan hanya dilihat dari tampilannya yang menawan. Namun keindahan pada manusia dilihat dari nilai-nilai moral pada dirinya, dari nilai moral yang baik dapat memancarkan nilai estetika dengan sendirinya. Pada hakikatnya setiap jiwa manusia memiliki nilai estetika yang membuat dirinya menjadi indah dengan segala yang dimilikinya.