Menangis
adalah Pilihan
Sedih memang bukan
perasaan yang menyenangkan, apalagi jika harus menangis. Menangis adalah hal
yang manusiawi pada diri manusia. Sebagian orang mungkin malu jika harus
menangis, mungkin mereka juga tidak mau dicap “cengeng”. Menangis bukanlah
menunjukan sisi kelemahan sesoang. Salah besar bagi orang beranggapan bahwa
orang yang menangis jiwanya lemah. Menangis bukanlah aib, terkadang tangisan
dapat menanangkan hati, merdamkan emosi, dan lain-lain.
Suatu ketika, saat hati
sedang gundah gulana diantara dua pilihan yang sangat berat, saat itulah si X
sangat membutuhkan orang terdekat disampingnya. Tapi apalah semua harapan itu
tidak penting dimata dia. Lalu X lebih memilih bersujud dihadapan sang
pencipta, dengan bersujud dan menangis dihadapan-Nya X merasa lebih tenang.
Ya memang benar
menangis bisa membuat hati dan pikiran merasa lebih tenang. Saat remaja
memanglah usia labil, antara hati dan ikiran terkadang tidak sinkron. Bahkan
saat menghadapi puncak masalah yang sangat besar, para remaja tidak bisa
mengontol emosinya, mereka membiarkan emosinya meledak-meledak dengan
marah-marahlah, bersikap antagonislah bahkan sampai melakukan tindakan
kekerasan. Banyak diantaranya yang tidak bisa meredam emosinya, padahal jika
mereka bisa berfikir secara jernih, mereka bisa saja meredamkan emosinya dengan
menangis. Memang kelihatannya agak konyol sih, tapi menurut saya itulah jalan
terbaik jika dibandingkan harus membiarkan emosi meluab-luab.
Menangis adalah sebuah
pilihan. Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi, mood seseorang
akan meningkat kembali setelah menangis. Air mata yang dihasilkan dari tipe
menangis karena emosi mengandung 24 % protein albumin yang berguna dalam
meregulasi system metabolisme tubuh jika diandingkan air mata yang dihasilkan
dari iritasi mata. Selain untuk menurunkan level depresi menangis juga terbukti
memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Banyak orang yang
mengaku kalau menangis membuat mereka lebih lega dan rileks. Kenapa bisa? Sebab
menangis membuat tubuh mengeluarkan hormone endorphin yang bersifat meredakan
rasa sakitt. Jadi dengan menangis, tubuh dan pikiran otomatis menjadi lebih
rileks. Jadi sebenarnya orang yang kesakita lalu dia menangis, itu bukanlah hal
yang buruk.
Jadi menangis itu
bukanlah cengeng ataau jiwa yang lemah. Terbukti jika menangis memiliki banyak
manfaat bag kesehatan secara jasmani maupun rohani. Mungkin orang yang tidak
pernah menangis akan kesulitan dalam meredamkan emosi dan menurunkan level
depresinya. Dengan bersujud dan menangis dihadapan sang pencipta, mudah-mudahan
bisa jadi jalan terbaik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar