Rabu, 26 November 2014

menangis adalah pilihan


Menangis adalah Pilihan

Sedih memang bukan perasaan yang menyenangkan, apalagi jika harus menangis. Menangis adalah hal yang manusiawi pada diri manusia. Sebagian orang mungkin malu jika harus menangis, mungkin mereka juga tidak mau dicap “cengeng”. Menangis bukanlah menunjukan sisi kelemahan sesoang. Salah besar bagi orang beranggapan bahwa orang yang menangis jiwanya lemah. Menangis bukanlah aib, terkadang tangisan dapat menanangkan hati, merdamkan emosi, dan lain-lain.
Suatu ketika, saat hati sedang gundah gulana diantara dua pilihan yang sangat berat, saat itulah si X sangat membutuhkan orang terdekat disampingnya. Tapi apalah semua harapan itu tidak penting dimata dia. Lalu X lebih memilih bersujud dihadapan sang pencipta, dengan bersujud dan menangis dihadapan-Nya X merasa lebih tenang.
Ya memang benar menangis bisa membuat hati dan pikiran merasa lebih tenang. Saat remaja memanglah usia labil, antara hati dan ikiran terkadang tidak sinkron. Bahkan saat menghadapi puncak masalah yang sangat besar, para remaja tidak bisa mengontol emosinya, mereka membiarkan emosinya meledak-meledak dengan marah-marahlah, bersikap antagonislah bahkan sampai melakukan tindakan kekerasan. Banyak diantaranya yang tidak bisa meredam emosinya, padahal jika mereka bisa berfikir secara jernih, mereka bisa saja meredamkan emosinya dengan menangis. Memang kelihatannya agak konyol sih, tapi menurut saya itulah jalan terbaik jika dibandingkan harus membiarkan emosi meluab-luab.
Menangis adalah sebuah pilihan. Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi, mood seseorang akan meningkat kembali setelah menangis. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 % protein albumin yang berguna dalam meregulasi system metabolisme tubuh jika diandingkan air mata yang dihasilkan dari iritasi mata. Selain untuk menurunkan level depresi menangis juga terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan.
Banyak orang yang mengaku kalau menangis membuat mereka lebih lega dan rileks. Kenapa bisa? Sebab menangis membuat tubuh mengeluarkan hormone endorphin yang bersifat meredakan rasa sakitt. Jadi dengan menangis, tubuh dan pikiran otomatis menjadi lebih rileks. Jadi sebenarnya orang yang kesakita lalu dia menangis, itu bukanlah hal yang buruk.
Jadi menangis itu bukanlah cengeng ataau jiwa yang lemah. Terbukti jika menangis memiliki banyak manfaat bag kesehatan secara jasmani maupun rohani. Mungkin orang yang tidak pernah menangis akan kesulitan dalam meredamkan emosi dan menurunkan level depresinya. Dengan bersujud dan menangis dihadapan sang pencipta, mudah-mudahan bisa jadi jalan terbaik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar